Prestasi Timnas Momentum Kebangkitan Sepak Bola Nasional

Capaian yang diraih oleh tim nasional sepakbola Indonesia hingga detik ini dalam ajang AFF Suzuki Cup 2010, telah membuat jutaan pecinta sepak bola di Indonesia bak sedang terkena sihir oleh aksi-aksi fantastik Firman Utina Cs. Dimana-mana, di seluruh penjuru negeri ini, sedang terkena demam “Garuda di Dadaku”. Sihir dan demam yang kemudian juga menjangkiti para petinggi negeri ini, tidak terkecuali Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono.

Dalam ajang AFF Suzuki Cup 2010, Firman Utina Cs telah melakoni 4 kali pertandingan, diantaranya 3 laga di babak penyisihan dan 1 laga di babak semifinal, dan hebatnya semuanya dengan kemenangan. Total 14 gol berhasil dilesakkan para punggawa sepak bola timnas, dengan hanya kebobolan 2 kali. Thailand yang dalam beberapa dekade selalu mendominasi kawasan Asia Tenggara, kali ini pun menjadi korban pembantaian timnas Indonesia dengan skor 2-1. Di pertandingan sebelumnya, Malaysia dilumat 5-1 dan Laos disikat habis dengan skor 6-0.

Kehadiran Christian “El Loco” Gonzales dan Irfan Haarys Bachdim sebagai dua orang pemain naturalisasi yang ada di tubuh timnas Indonesia, menjadi bagian tak terpisahkan dari capaian prestasi yang telah ditorehkan dalam 4 laga di ajang AFF Suzuki Cup tahun ini.

Muka-muka baru yang tampil menghiasi tubuh timnas Indonesia ditambah dengan “doping” dua orang pemain naturalisasi dalam diri El Loco dan Irfan benar-benar membawa perubahan dalam bentuk permainan, baik secara individu maupun kolektifitas. Skill yang dimiliki El Loco yang meski telah berusia 34 tahun namun masih menunjukkan performa gemilang, ditambah Irfan yang tumbuh dan berkembang dalam persepakbolaan Eropa, yaitu di negeri Kincir Angin, Belanda, jelas menularkan hal positif dalam diri wajah-wajah baru timnas.

Kejelian Alfred Riedl, arsitek timnas asal Austria, dalam memilih pemain serta keberaniannya menurunkan muka-muka baru, seperti Oktavianus Maniani, Ahmad Bustomi, Zulkifli Syukur, Mohammad Nasuha, selain masing-masing memang telah dikaruniai dengan bekal skill individu yang mumpuni, juga tidak bisa ditebak bentuk permainannya oleh lawan. Ini jelas menguntungkan bagi timnas.

Dan terbukti, dalam laga terakhir, Kamis (16/12/2010), di hadapan Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono beserta tidak kurang dari 80 ribu suporter fanatik yang memadati Stadion GBK, timnas kembali memukul lawannya. Kali ini, Filipina, sebuah tim yang menjelma menjadi salah satu kekuatan sepak bola baru di kawasan Asia Tenggara. Prestasi yang diraihnya berkat naturalisasi yang mereka lakukan terhadap 8 orang pemainnya, yang membuatnya melenggang hingga babak semifinal. Diperkuat 8 orang pemain naturalisasi yang rata-rata muda, berpostur tinggi tegap, dan rata-rata merupakan pemain yang merumput di liga Eropa dan Amerika, timnas mampu menaklukkan Filipina dengan skor 0-1 berkat gol yang dicetak El Loco Gonzales.

Dalam laga, yang meski kenyataannya dimainkan di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), namun yang menjadi tuan rumah dalam babak semifinal leg I tersebut adalah Filipina. Babak semifinal dalam ajang AFF Suzuki Cup tahun ini menggunakan sistem home and away. Semifinal leg I dimainkan di Stadion GBK, begitu pula dengan semifinal leg II, juga dimainkan di Stadion GBK. Dua laga semifinal yang dimainkan di Stadion GBK, akibat Filipina tidak memiliki stadion standar internasional. Hal yang mereka pasrahkan ketimbang dianggap walk out (WO).

Jelas, ini merupakan keuntungan tersendiri bagi timnas kita. Keuntungan memainkan dua laga semifinal dihadapan suporter fanatik yang memang rindu prestasi, serta keuntungan dari sisi pemasukan melalui penjualan tiket yang selalu sold out. Belum lagi keuntungan bagi para penjual merchandise untuk pemenuhan kebutuhan suporter saat menonton langsung, maupun dari sisi naiknya occupancy hotel dan food and beverages di sekitar Stadion GBK yang rata-rata naik 40% dari sebelumnya.

Semoga saja, capaian prestasi tersebut tidak menjadi anti klimaks hingga berakhirnya ajang AFF Suzuki Cup tahun ini dan semoga dapat menjadi momentum bagi kebangkitan sepak bola nasional untuk masa-masa berikutnya.[cr]

3 comments on “Prestasi Timnas Momentum Kebangkitan Sepak Bola Nasional

  1. Pingback: Terbukti, Sepak Bola Berprestasi Bisa Jadi Industri « Choreed's Blog

  2. Pingback: Terbukti, Sepak Bola Berprestasi Bisa Jadi Industri « Choreed's Blog

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s