Tips Memulai Usaha Untuk Pemula

Posted on Updated on

Bagi Anda yang baru saja lulus kuliah, atau yang baru saja kena PHK, maupun bagi Anda yang sudah jenuh bekerja dengan orang lain, dan selama itu pula Anda hanya berposisi sebagai bawahan, kenapa tidak melirik untuk menjadi seorang usahawan saja. Dibuka lho peluang usaha menjadi Boss! :)

Pada postingan kali ini, saya ingin memberikan tips bagi Anda yang ingin memulai sebuah usaha dan menjadi seorang usahawan yang kelak bisa mengurangi beban pemerintah dalam membantu mengentaskan kemiskinan yaitu dengan menciptakan banyak lapangan pekerjaan.

Berikut beberapa tahapan yang sebaiknya dipersiapkan.

1.   Pilihan Usaha

Dalam mempersiapkan diri membangun sebuah usaha, tentunya si calon pelaku usaha harus melihat kemampuan yang dimilikinya. Misalnya, seorang lulusan dari bidang Teknologi Informasi (TI), tentu akan lebih baik bila memulai usaha dari bidang TI, karena dapat dipastikan akan memahami seluk beluknya berikut pengembangannya di masa depan. Misalnya lagi, jika seorang calon pelaku usaha jago masak nasi goreng yang memang sudah terbukti kelezatannya di lidah keluarga maupun teman-teman, tentu itu merupakan sebuah peluang yang bisa digarap. Yang perlu digarisbawahi, banyak juga orang yang sukses sebagai usahawan meski bukan dari latar belakang maupun bidang yang dikuasainya. Namun dapat dipastikan, orang tersebut pasti telah mempelajari dengan teliti dan seksama tapi tidak dalam tempo yang sesingkat-singkatnya alias membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menggali dan mendalami usahanya.

2.   Modal

Untuk mulai menjalankan sebuah usaha tentunya diperlukan modal, meski menurut beberapa pendapat ada juga yang mengatakan modal bukan melulu uang. Terbayangkah di pikiran Anda, kalau gak pakai uang, lalu modalnya pakai apa? Modal “otak” alias “kreatifitas” menurut pendapat tersebut. Caranya? Banyak cara, diantaranya melalui usaha patungan dengan saudara Anda, teman Anda, intinya dengan orang-orang terdekat Anda, karena dari situlah biasanya mereka akan percaya dengan Anda (biasanya yang sudah tahu rekam jejak Anda).  Cara lainnya, tentu menggunakan modal Anda pribadi yang mungkin berupa tabungan, rumah atau kendaraan yang diagunkan, pinjaman lunak mertua. Intinya, sebuah usaha memerlukan modal uang, dari mana pun itu.

3.   Sasaran Pasar

Sebelum memutuskan bidang usaha apa yang akan Anda geluti, hal yang tidak boleh dilupakan adalah menentukan sasaran pasar (target market) yang akan dituju. Pasar yang dimaksud disini adalah pasar yang dapat dikategorisasikan masing-masing berdasarkan kelompok usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan. Tentunya usaha yang akan dijalani harus dapat diterima oleh sasaran pasar yang dituju.

4.   Lokasi

Sebelum memulai usaha, faktor pemilihan lokasi akan menentukan apakah usaha tersebut nantinya akan berjalan lancar sesuai harapan atau sebaliknya. Faktor produk yang akan dijual juga memiliki keterkaitan yang erat dengan lokasi. Sebagai contoh, usaha fotokopi sangat jarang kita temui di mall, tetapi di lingkungan sekolah, kampus atau perkantoran, usaha fotokopi tumbuh subur. Itu artinya, penentuan bidang usaha berpengaruh terhadap pasar yang akan dipilih. Perhatikan pula jumlah lalu lintas kendaraan maupun lalu lalang orang (traffic). Semakin tinggi lalu lintasnya, semakin besar potensi usaha itu.

5.   Survei Pasar

Survei pasar dilakukan setelah kita memilih bidang usaha yang akan dijalankan, disesuaikan dengan modal yang ada, dengan target market yang telah ditetapkan, serta ancer-ancer atau patokan lokasi usaha. Empat hal itulah yang akan dijadikan sebagai basis dalam mensurvei pasar dari usaha yang akan dijalankan. Pola survei yang dapat dilakukan diantaranya melalui tanya jawab atau penyebaran kuesioner dengan masyarakat yang telah diklasifikasikan sebagai sasaran pasar kita di lokasi/calon tempat usaha.

6.   Sumber Daya Manusia

Untuk menjalankan usaha yang sudah dipilih serta mengamankan investasi yang sudah ditanam oleh calon pelaku usaha, tentunya diperlukan SDM yang satu visi. Pemilihan SDM, terkadang gampang-gampang susah. Tinggal bagaimana si pelaku usaha mengelola SDM yang ada. Perlu diperhatikan, buatlah SDM nyaman dengan lingkungan kerjanya, berikan upah yang jelas, bonus-bonus apa saja yang dapat diterimanya, maupun tunjangan-tunjangan lain, misal tunjangan kesehatan. Namun, bila tidak menunjukkan prestasi atau mangkir, bolos, banyak membuat kesalahan, harus siap terima konsekuensinya, bisa berupa potongan upah, potongan bonus atau yang lainnya berdasarkan kesepakatan. Akan lebih baik jika dibuatkan nota kesepakatan atau perjanjian hitam diatas putih, hal-hal apa saja yang menjadi hak dan kewajibannya, sehingga menjadi transparan dan dapat digunakan sebagai pegangan bagi pelaku usaha.

7.   Promosi

Promosi yang baik dan menarik, diyakini dapat membuat seorang pembeli menjadi pembeli yang loyal (pelanggan). Keberlangsungan sebuah usaha ditentukan dari jumlah pelanggan. Jumlah pelanggan yang banyak tentunya akan menghadirkan omset. Oleh karena itu, binalah hubungan baik dengan pembeli, apalagi yang sudah berkali-kali membeli (pelanggan). Berlakukan pula keanggotaan (membership) bagi pelanggan, pelanggan yang mengajak pembeli baru (member get member).  Jangan pelit untuk memberikan bonus, potongan harga, melayani dan memberikan senyum yang tulus, memberikan surprise di hari ulang tahun pelanggan, berkirim SMS untuk menanyakan kabarnya, ataupun sekedar menyapa saat bertemu atau berpapasan. Secara rutin menyebarkan brosur, selebaran promosi, kupon potongan harga, menjadi sponsor di sebuah acara musik sekolah, kampus, maupun perkumpulan. Kreatifitas dalam berpromosi dapat menunjang trafik bagi usaha yang dijalankan.

8.   Pembukuan

Usaha apapun itu, sekecil apapun itu, apalagi besar, memerlukan pencatatan atau pembukuan omset harian. Dengan pembukuan yang baik dan rapih, maka akan terlihat bagaimana perkembangan usaha yang dijalankan, apakah mengalami peningkatan, jalan ditempat atau malah mengalami penurunan. Sehingga jika ditengah jalan terjadi sesuatu yang jauh dari harapan, bisa segera diambil tindakan, yang berupa perubahan strategi, perubahan pola marketing atau yang lainnya tergantung situasi dan kondisi yang terjadi. Dari pembukuan yang baik dan rapih pula nantinya akan dapat diketahui berapa besaran pengeluaran dan prosentase setiap posnya, termasuk pencapaian balik modal usaha (BEP/Break Event Point).

9.   Beraksi

Yang paling menentukan dari ke delapan tahapan diatas adalah “beraksi”. Jika ke delapan tahapan tersebut telah dipersiapkan dengan baik, maka tidak perlu buang waktu lebih lama lagi, segeralah ambil tindakan. Persiapkan diri sebaik-baiknya untuk menjadi usahawan yang kelak banyak menciptakan lapangan pekerjaan.

10.   Bersedekah

Untuk mengamankan kesembilan tahapan diatas, maka tahapan ke sepuluh inilah kuncinya. Pepatah bijak mengatakan, “Mancing ikan, pakai umpan. Mancing uang ya pakai uang”. Semakin pelaku usaha bersedekah dan ikhlas, semakin berkembang usahanya. Ajaran Islam mengajarkan, “Jika engkau bersedekah, maka Allah akan melindungi hartamu”. Hukum alamnya memang seperti itu. Secara umum, lihat saja Bill Gates, semakin dia banyak beramal, semakin Microsoft berjaya.

Pembahasan yang disampaikan melalui tahapan-tahapan diatas merupakan gambaran umum tentang bagaimana sebuah usaha selayaknya dipersiapkan. Paling tidak hal tersebut dapat menjadi acuan, tinggal disesuaikan dengan kondisi-kondisi yang ada saja.

Namun, bagi calon pelaku usaha yang tidak ingin pusing mempersiapkan segala sesuatunya secara mendetil, dapat memilih alternatif lain. Biasanya, untuk menghindari resiko yang banyak dijumpai di awal-awal menjalankan usaha, banyak yang memulai usahanya tidak dari 0 kilometer. Caranya adalah dengan memilih usaha waralaba (franchise). Mengapa waralaba? Waralaba adalah sebuah usaha yang sudah dijalankan oleh pewaralaba, sebuah usaha yang sudah bersistem. Perkembangan sebuah usaha waralaba dapat dilihat dari sudah berapa lama waralaba tersebut berjalan? Sudah berapa banyak cabangnya? Lalu bagaimana capaian estimasi BEP-nya untuk setiap cabangnya?

Inti dari postingan ini adalah memberikan sekelumit tahapan yang semestinya tidak dilewatkan oleh seorang pelaku usaha.(cr)

8 thoughts on “Tips Memulai Usaha Untuk Pemula

    ambonkaart said:
    19 Februari 2010 pukul 9:51 pm

    selamat datang di blogosphere Mas. Thanks sharingnya ttg cara mulai usaha. Boleh tau mas sendiri skrg usaha apa? Mungkin bisa tukar pengalaman.

    Terakhir, tukeran link yok! (teteup) :D

      choreed responded:
      20 Februari 2010 pukul 1:31 pm

      Thanks atas komennya…

      Kebetulan saat ini saya sedang menjalankan usaha, pembuatan souvenir (mug/pin/id card/gantungan kunci/gantungan hp) dan cetak foto yang berbasis digital (duh jadi promosi deh nih).

      Kalo sampeyan sedang ngejalanin usaha apa nih skrg?

      Btw, link-nya udah ta’ masukin yah…

    ambon kaart said:
    21 Februari 2010 pukul 7:23 am

    Gpp Mas. Justru saya lebih menghargai kamu yang berpromosi setelah memperkenalkan diri. Jadi kita tau orang gak ke kita cuma karena nepsong pengen jualan doank (seperti banyak blog yang isinya cuma iklan).

    usaha menarik tuh mas. di daerah mana? ada websitenya?

    Saya sih kerjanya jadi penerjemah. tapi ada join usaha juga sama temen, jualan furniture online. produk andalan kami meja komputer lesehan. kalo ada waktu mampir2lah ke http://www.befurniture.web.id

    eh iya, thanks atas tukaran link. link ke mas juga udah ada di saya

      choreed responded:
      21 Februari 2010 pukul 4:34 pm

      Lumayan nih, nambah satu link usaha, ya siapa tau aja besok ada temen yang mo buka warnet trus nyari meja lesehan, kan tinggal ngorder aja tuh! Ato misalnya ada yang minta tolong translate dokumen 1 buku, kan tinggal kontek aja! :)

      Waduhh, kepengen juga nih punya usaha online. Btw, gimana perkembangannya usaha tsb? Di daerah mana sih?

      Usaha saya ada di Kp 200 Margajaya, join sama beberapa temen yang satu ide/visi, akhirnya ada juga yang buka di Kranji Bekasi Barat, Rawalumbu, Teluk Buyung Margamulya, jadinya kita pake satu brand…

      Untuk linknya thanks yah!

    ambon kaart said:
    21 Februari 2010 pukul 5:59 pm

    nah ini dia, terus terang usaha online itu gak terlalu serius saya jalanin. masih bersifat kerjaan sampingan aja. workshop kami sih ada di bogor. yg beli memang biasanya warnet. kami juga udah pernah kirim barang sampe ke balikpapan. masih mencari cara buat marketing. tapi kalo beralih ke SEO kok rasanya saya terlalu gaptek utk gituan. hehehe.

    kamu kan udah ada produknya. bikin aja websitenya trus pasarkan online. Gimana?! *wink wink*

      choreed responded:
      22 Februari 2010 pukul 10:01 am

      “Mau Pintar SEO!?? Makanya, Belajar!” :)

      Ya bagusnya sih diseriusin, salah satunya mencari guru marketing, macam TDW kalo memang terkendala dalam hal marketingisasi.

      Ya kalo untuk saya sendiri, pemikiran ke arah sana pasti ada, cepat atau lambat, doakan aja nanti menyusul koq…

    viranjuda said:
    3 Mei 2010 pukul 11:39 pm

    selamat malam Mas Choreed, Mas Ambon Kaart :D

    ada sedikit sharing saja,
    kebetulan tadi pulang kantor saya kepikiran untuk mulai usaha cetak digital pin seperti mas Choreed :)

    secara mas Choreed sudah memulai usaha tsb, mungkin sudah expert dalam hal itu, kalo boleh tau, apa ada link atau kiat2 gmn memulai ke arah situ? krn saya masih benar2 newbie ke hal demikian.

    thx before :)

      choreed responded:
      23 Mei 2010 pukul 7:34 pm

      Kalo link yang membahas bisnis cetak digital, termasuk pin, mug dstnya, sepertinya mudah saja, banyak tersedia di internet. Banyak koq, pemain-pemain cetak digital pin yang sudah malang melintang, contohnya kedai digital. Ya tinggal googling aja kan.

      Semoga berhasil…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s